Webinar ini diselenggarakan pada tanggal 27 September 2021 pukul 15.00-18.00 WIT melalui zoom meeting dan live streaming youtube
Sekaligus [Pre-Event of the 3rd IANJ Socio-Legal Conference And Social-Legal Master Class ㅡ The Socio-Legal Joint Conferences “Resilience In The Time Of Crisis: Justice,Access And Participation Dan Socio Legal Master Class]
Dibuka oleh Dekan Dr. R.J. Akyuwen,SH.M.Hum
Menurutnya sebenarnya Socio Legal ini sudah banyak digunakan, hanya masih banyak yang belum mengakui. Bukan sebuah hal yang baru tetapi hal lama yang sudah sering di pakai dalam berbagai penelitian hukum tanpa disadari. Dharapkan bahwa dengan adanya webinar ini dapat memberikan pencerahan kepada para akademisi bidang hukum untuk lebih membuka diri dan memberi diri untuk ilmu ataupun konsep dan metode baru dapat berkembang dalam rangka memperkaya ruang perpikir dalam mengkaji hasil-hasil penelitian.
Lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Hukum berlangsung 3 (tiga) hari, 1,3, 4 Agustus 2020 secara daring di Prodi Hukum, Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program SLEEI (Strengthening Legal Education in Eastern Indonesia).
Berlangsung selama 3 (tiga) hari, 15-17 Juli 2020, Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Hukum di Universitas Pattimura (FH UNPATTI), diberi sambutan oleh Dekan Dr. Rory J. Akyuwen, SH. M.Hum., dan dibuka acaranya oleh Prof. Dr. M. Saptenno, SH. M.Hum., selaku Rektor.
Proyek SLEEI memasuki babak baru selepas penyelenggaraan inception workshop sekaligus launching dan Pelatihan untuk Pelatih (Training of trainers, ToT). Kedua pertemuan nasional tersebut mengundang seluruh mitra Proyek terutama perwakilan empat universitas target yaitu Universitas Mataram (NTB), Universitas Krisna Wacana (Sumba, NTT), Universitas Artha Wacana (Kupang, NTT), dan Universitas Pattimura. Babak berikutnya Project SLEEI adalah workshop di tingkat daerah dengan tema pengembangan pendidikan hukum. Bertindak sebagai tuan rumah adalah empat universitas target. Tujuan utama workshop adalah menghasilkan silabus mata kuliah yang sudah mengintegrasikan lima tema SLEEI yaitu kemahiran hukum (legal skill), etika, gender, konteks lokal dan pembelajaran interaktif (interactive learning).